Kelainan refraksi dan akomodasi Pada Mata Menyebabkan Mata Minus,plus,minus-plus,dan astigmatisme,sumbu garis mata

Kelainan refraksi dan akomodasi Pada Mata Menyebabkan Mata Minus,plus,minus-plus,dan astigmatisme,sumbu garis mata Penjelasannya sebagai Berikut :

Apakah Anda ingin tahu apa yang menyebabkan atau hal-hal penyebab mata minusatau miopi,plus atau hipermetropi,presbiopi atau minus-plus, serta astigmatisme keadaan mata tidak tahu atau tidak dapat membedakan sumbu garis lurus-dan garis miring atau garis horizontal dan vertikal atau ke atas dan menyamping garis secara bersamaan intinya seseorang yang mengalami penyakit atau kelainan

mata astigmatisme maka tidak bisa melihat garis lurus vertikal dan horizontal secara bersamaan
atau lebih sederhananya tidak bisa membedakan  macam-macam garis secara bersamaan

Sehingga orang yang memiliki mata astigmatisme butuh lensa silindris jauh dekat susah membedakannya tanpa bantuan lensa kacamata silindris

Atau kata lainnya bayangan sumbu garis, bisa manusia benda akan menjadi ganda dan tidak teratur

bentuknya atau tidak sesuai dengan aslinya oleh karena itu perlu pengobatan secara dini agar

tidak bertambahh parah.

Dan Bagaimana dengan mata minus,plus,presbiobi ?

Oke langsung saja kita menuju perkara penjelasan mata minus sehingga tahu mengapa mata kita

minus dan bagaimana cara kerja mata normal dan mata tidak normal atau yang mengalami kelainan

refraksi atau pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak seimbang dan sejajar di retina tepatnya di

Bitntik kuning, 


jika mata minus maka bayangan jatuh di depan retina, mata plus bayangan jatuh dibelakang retina

presbiopi/mata tua bayangan jatuh di belakang dan didepan retina kalau astigmatisme bayangan

menjadi tidak rata karena permukaan kornea tidak rata, kelengkungan kornea, lensa tidak rata jadi

bayangan yang jatuh walaupun tepat di retina akan tetap kabut walaupun tidak menderita mata 

minus-ataupun plus.



Apakah Bisa Sembuh bagi yang mengalami penyakit atau kelainan refraksi atau pembiasan atau

daya akomodasi mata tersebut ?

 jawabannya bisa sembuh dan bisa juga tidak

yang biasanya bisa sembuh adalah orang yang mengalami kelainan yang sifatnya  kecil

dan tidak parah atau diopri matanya sangat kecil mendekati mata normal maka  kemungkinan 

mata yang mengalami kelainan mata minus bisa sembuh, 



Namun untuk mata yang kategori parah kelainan refraksi mata maka sangat sulit sembuh

kecuali dengan dilakukan perbaikan sistem bagian dalam mata itu sendiri dengan jalan

proses penyembuah lewat operasi mata walupun demikian juga memiliki resiko kebutaan

ataupun malah berkurang nya daya kemampuan mata untuk meilihat dengan normal ataupun jelas





Hasil pembiasan pada mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea, cairan mata, lensa, benda kaca, dan panjangnya bola mata. Pada orang normal susunan pembiasan oleh media penglihatan dan panjangnya bola mata demikian seimbang sehingga bayangan benda setelah melalui media penglihatan dibiaskan tepat di daerah makula lutea. Mata yang normal disebut juga mata emetropia dan akan menempatkan bayangan benda tepat di retinanya pada keadaan mata tidak melakukan akomodasi atau istirahat melihat jauh.

Dikenal beberapa titik di dalam bidang refraksi, seperti pungtum proksimum merupakan titik terdekat dimana seorang masih dapat melihat dengan jelas. Pungtum remotum adalah titik terjauh dimana seseorang masih dapat melihat dengan jelas, titik ini merupakantitik didalam ruang yang berhubungan dengan retina atau foveola bila mata istirahat. Pada emetropia pungtum remotum terletak didepan mata, sedang pada hipermetropia titik semu berada di belakang mata.

Emetropia

Berasal dari kata Yunani emetros yang berarti ukuran normal atau dalam keseimbangan wajar sedang arti opsis adalah penglihatan. Mata dengan sifat emetropia adalah mata tanpa adanya kelainan refraksi pembiasaan sinar mata dan berfungsi normal.

Pada mata ini daya bias mata adalah normal, dimana sinar jauh difokuskan sempuran di daerah makula lutea tanpa bantuan akomodasi. Bila sinar sejajar tidak difokuskan pada makula lutea disebut emetropia.

Mata emetropia akan mempunayi penglihatan normal atau 6/6 atau 100%.

Akomodasi

Adalah kemampuan lensa untuk mencembung yang terjadi akibat kontraksi otot silier. Akibat akomodasi daya pembiasaan semakin kuat. Kekuatan akomodasi akn meningkat sesuai dengan kebutuhan, makin dekat benda makin kuat mata harus berakomodasi (mencembung). Kekuatan akomodasi diatur oleh refleks akomodasi. Refleks akomodasi akan bangkit bila mata melihat kabur dan pada waktu konvergensi atau melihat dekat.

Dikenal beberapa teori akomodasi seperti:
- teori akomodasi hemholtz, dimana zonula zinn kendor akibat kontraksi otot siliar sirkular, mengakibatkan lensa yang elastis menjadi cembung dan diater menjadi kecil.
- Teori akomodasi thsemig, dasarnya adalah bahwa nukleus lensa tidak dapat berubah bentuk sedang yang dapat berubah bentuk adalah bagian lensa superfisial atau korteks lensa. Pada waktu akomodasi terjadi tegangan pada zonula zinn sehingga nukleus lensa terjepit dan bagian lensa superfisial di depan nukleus akan mencembung.

Presbiopia

Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi akibat:
- kelemahan otot akomodasi
- lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa.

Akibat gangguan kaomodasi ini maka pada pasien berusia lebih dari 40 tahun, akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu berupa mata lelah, berair, dan sering terasa pedas.

Ametropia

Dalam bahasa Yunani ametros berarti tidak sebanding atau tidak seimbang, sedang ops berarti mata. Sehingga yang dimaksud denga ametropia adalah keadaan pembiasan mata dengan panjang bola mata yang tidak seimbang. Hal ini terjadi akibat kelainan kekuatan pembiasaan sinar media penglihatan atau kelainan bentuk bola mata.

Ametropia adalah keadaan tanpa akomodasi atau dalam keadaan istirahat memberikan bayangan sinar sejajar pada fokus yang tidak terletak pada retina. Pada keadaan ini bayangan pada selaput jala tidak sempurna terbentuk. Dikenal berbagai bentuk seperti:

a. ametropia aksial, akibat sumbu optik mata lebih panjang, atau lebih pendek sehingga bayangan benda difokuskan di depan atau dibelakang retina.pada miopia aksial fokus akan terletak di depan retina karena bola mata lebih panjang dan pada hipermetropia aksial fokus bayangan akan terletak di belakang retina.

b. ametropia refraktif, kelainan sistem pembiasan sinar di dalam mata. Bila daya bias kuat maka bayangan benda terletak di depan retina (miopia) atau bila daya bias kurang maka bayangan benda terletak di belakang retina (hipermetropia refraktif).

Ametropia dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk kelainan:
- Miopia
- hipermetropia
- astigmat

Miopia. Pada miopia, panjang bola mata anteroposterior dapat terlalu besar atau kekuatan media pembiasan refraksi terlalu kuat. Dikenal beberapa bentuk miopia seperti
- miopia refraktif yang terjadi akibat media pembiasan pada kornea dan lensa yang terlalu kuat.
- Miopia aksial, akibat panjangnya sumbu bola mata, denga kelengkungan kornea dan lensa yang normal.

Menurut derajat beratnya dibagi dalam miopia ringan (1-3) dioptri, miopia sedang (3-6) dioptri, miopia berat (>6) dioptri.
Menurut perjalanan miopia dikenal bentuk miopia stasioner, yang menetapa setelah dewasa, miopia progresif (bertambah terus pada usia dewasa), miopia maligna yaitu miopia yang berjalan progresif, yang dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.

Hipermetropia. Atau rabun dekat merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak dibelakang retina. Pada hipermetropia sinar sejajar difokuskan dibelakang makula lutea.

Hipermetropia dapat disenbabkan: kelainan refraksi akibat bola mata pendek, atau sumbu anteroposterior yang pendek (hipermetropia aksial), kelengkungan kornea atau lensa kurang sehingga bayangan difokuskan dibelakang retina (hipermetropia kurvatur), indeks bias yang kurang pada sistem optik mata (hipermetropia refraktif)

Afakia. Suatu keadaan dimana mata tidak mempunyai lensa sehingga mata tersebut menjadi hipermetropia tinggi. Karena pasien memerlukan pemakaian lensa yang tebal, maka akan memberikan keluhan pada mata tersebut sebagai berikut: benda yang dilihat menjadi lebih besar 25% dibanding normal, terdapat efek prisma tebal sehingga benda terlihat seperti melengkung, pada penglihatan terdapat keluhan seperti badut di dalam kotak atau fenomena jack in the box, dimana bagian yang jelas adalah bagian sentral, sedang penglihatan tepi kabur.

Astigmat. Pada astigmat berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus yang terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea. Pada mata astigmat lengkungan jari-jari meridian yang tegak lurus padanya.




Terima kasih atas kunjungannya

Semoga sehat selalu sembuh terhindar dari berbagai macam penyakit.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment