Apakah Penyebab Cinta itu Buta Ini Alasannya








Anda  percaya bahwa cinta itu buta tanpa mengenal siapa dan darimana asalnya itulah buta cinta
pastinya kita pernah mendengar ungkapan CINTA ITU BUTA? Ungkapan yang menggambarkan betapa orang yang jatuh cinta itu seperti orang buta yang tidak melihat.

Apakah Cinta Itu Buta?

Banyak kita mengatakan bahwa cinta itu buta. Menurut teman-teman gimana? Lalu seperti apa cinta buta dan cinta tidak buta?

Cinta buta yaitu cinta yang tidak melihat bagaimana rupanya, cinta yang tidak memandang baik dan buruknya, cinta yang kadang tidak melihat akidahnya atau bahkan cinta yang tidak melihat milik siapa dan semua berdasarkan cinta yang mengikuti hawa nafsu semata. 
Menurut saya tidak semua cinta itu buta.

Seperti kejadian yang saya alami. Karena banyaknya saudara atau teman-teman seorganisasi, semua pada tanya, siapa pasangan hidup Evi sekarang? Ketika saya bilang, pasangan hidup saya, seorang laki-laki biasa, hidup sederhana, tidak kaya, dan juga tidak tampan. Kemampuan ilmu pengetahuan umum dan agamanya juga standar. Bukan orang terkenal, dan bukan pula orang yang punya jabatan tinggi di tempat kerjanya. Dia hanya laki-laki biasa. Yang berani datang meminta pada orang tua untuk melamar seorang Evi
Andriani.


Mengapa Cinta itu buta?  


Cinta itu buta karena :

# 1. Kita tidak melihat sisi negatif dari orang yang kita suka. 

Semuanya tampak sempurna dan tidak bercacat. Semua yang ada padanya seolah-olah pas untuk kita, tidak lebih dan tidak kurang.

# 2. Kita menggambarkan sosok ideal kita padanya.

Setiap orang punya sosok pasangan ideal yang ada di pikirannya. Kalau kita jatuh cinta sosok pasangan ideal itu segera kita lekatkan padanya.

# 3. Semua ibu sudah mencintai anak-anaknya meskipun belum melihat wajah mereka.

Cinta ibu juga buta, meski belum pernah melihat wajah anak dalam kandungannya, mereka sudah mencintainya. Mereka mencintai anak-anaknya hanya dengan merasakan gerakan janin dalam perutnya.

# 4. Jika kita jatuh cinta kita tidak melihat dengan mata tapi melihat dengan perasaan.

Orang yang jatuh cinta melihat dengan perasaannya. Perasaannyalah yang menentukan sesuatu itu baik atau buruk.

# 5. Jika kita jatuh cinta maka hasrat dan perasaan jauh lebih kuat dibandingkan akal sehat.

Orang yang jatuh cinta mengesampingkan akal sehatnya. Ia berpikir dan berpendapat menggunakan perasaannya. Jika perasaannya menyatakan itu indah, maka indahlah dia terlihat.

# 6. Tidak bisa melihat dunia yang sebenarnya karena mata tertutup dengan tirai cinta.

Orang yang jatuh cinta melihat dengan perasaan, matanya tertutup oleh tirai cinta yang dirasakan menggelora di dalam dadanya.

# 7. Saat jatuh cinta kita tidak memandang orang itu sebagaimana adanya tetapi tiba-tiba saja kita jatuh cinta padanya tanpa tahu apa alasannya.

Jatuh cinta itu berjuta rasanya tapi tak pernah tahu alasannya, tiba-tiba saja dia tampak begitu menarik dan setiap kali berada di dekatnya terasa mendebarkan.

Itulah 7 alasaan misterus cinta itu adalah buta dan kebutaan mata batin dunia percintaan
seseorang manusia yang menarik menjadi topik naluri manusia cowok dan cewek  sejak
zaman dahulu kala mengapa cinta itu buta?

Menurut saya, cinta saya itu bukan cinta itu tidak buta. Karena tentunya saya punya banyak pertimbangan, baik, dan buruknya. Paling terpenting bagi saya adalah seorang laki-laki pemberani, datang ke Medan, meminta kepada orang tua untuk melamar anak wanitanya. Semua dilakukan dengan cara yang baik-baik. 
Waktu pertama kali ia datang, belum berhasil. Orang tua masih enggan melakukan diskusi serius tentang pelamaran. Ditambah lagi, orang tuanya juga masih bimbang karena jauh sekali antara Sulawesi Selatan-Jakarta-Medan. Mulailah kita sempat ga ada komunikasi. Dan saya pun pasrah pada Yang Maha Kuasa. Hati pun menjadi sedih, siapa ya laki-laki yang akan menikahi wanita sepertiku. Wajar sekali menurut saya, wanita itu sedih karena wanita itu sangat peka terhadap sesuatu. Kemudian, dalam hati saya berkata lagi, "Apakah ada atau tidak ada? Laki-laki yang saya harapkan ga pasti datangnya melamar sedangkan yang sudah pasti datang meminta untuk melamar, justru orang tua saya juga masih kurang yakin." Akhirnya, saya bingung, diam, dan saya pasrah saja sama Allah. 
Eh, ga tahunya laki-laki biasa tersebut datang kembali lagi untuk meminta kapan bisa melamar. Belum disetujui lagi. Beberapa bulan kemudian, ia datang kembali meminta untuk melamar seorang Evi Andriani. Menurut teman-teman, diterima atau ditolak laki-laki biasa tersebut karena sudah tiga kali Jakarta-Medan? InsyaAllah jika Allah sudah berkehendak, maka akan terjadi. Dan diterimalah ia. Karena niatnya baik untuk menuju ke jenjang pernikahan. 
Allah menjadikan pernikahan sebagai ikatan penuh tanggung jawab yang menjadikan manusia bermartabat tinggi. Subhanallah.
Alhamdulillah. Banyak orang bilang saya lama menikah karena saya mengejar karir, atau saya tipikal orang pemilih. Hahaha, itu mah orang sok kepo banget. Yang pasti jodoh saya belum datang. Sambil menunggu jodoh ya terus berbuat kebaikan, karena saya percaya jodoh itu ada.
Jadi bukan karena cinta saya buta. Tapi proses yang banyak perjuangan inilah yang saya suka.
Cinta buta itu cinta yang merelakan hidupnya, kepentingannya hanya berdasarkan nafsunya saja. Misal, cinta pada seorang dengan menjual akidahnya, mengorbankan akhirat demi dunianya. Atau cinta kepada seseorang yang sudah memiliki istri/suami, lalu posesif--perasaan ingin memiliki dan menikahinya--lalu mengatakan ingin menikahi namun belum ditampakkan, berani berbuat, tapi ga berani bertanggung jawab. Cinta buta juga bisa diartikan cinta yang hanya sesaat saja terlintas seperti di jalan saat laki-laki penggoda menggoda seorang wanita cantik tubuhnya apalagi seksi, sudahlah buta langsung hatinya, sampai suit-suit atau ia berkhayal yang macam-macam. Hmm,... Masya Allah deh kalau begitu jangan berharap kepada laki-laki seperti itu. Yang pastinya cinta buta itu menyiksa dan menyakitkan hati. Lebih baik cukup jadi teman atau sahabat saja ga lebih. Dan contoh lainnya masih banyak lagi.
Jadi, bukan berarti ketika memilih laki-laki/wanita biasa langsung dikatakan cinta itu buta. Ketika kita memilih laki-laki/wanita yang rupa dan fisiknya biasa saja, lalu dikatakan cinta itu buta. Jika niatnya baik karena Allah swt dan berani bertanggung jawab, bukan hanya sekadar kata-kata itu ya cinta benaran, cintanya melek. Cintanya yang dibangunnya juga sewajarnya dan tidak berlebihan. Selain itu, ia berani menerima realita; kekurangan kelebihan diri kita. Karena hatinya ikhlas karena Allah, hatinya berbicara karena Allah, sehingga matanya terbuka, pikirannya pun jalan, dan ia langsung berbuat. Jadi bukan omdo (omong doang).
Sahabatku di manapun berada, cintalah karena Allah, jangan cinta buta karena akan merusak hidup kita.
Percayalah pada Allah bahwa jodoh kita ada, maka jangan jadikan cinta kita buta. Inilah ujian dari Allah swt
"Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum mukmin pria dan wanita, yang mengenai dirinya, hartanya, dan anaknya, tetapi ia tepat bersabar, ia akan menemui Allah dalam ketiadaan dosa." (HR.Tirmidzi)
KH. Imam Badri berkata, "In shabarta 'alal-asyaqqi qalilan, istamta'ata 'alal-aladzdzi thawilan, jika Ananda bersabar dengan kesulitan dan kesusahan yang sebentar, maka Ananda akan menikmati kelezatan yang panjang."
Salam santun,
~Evi A.~
berikut tadi adalah karya EVi A yang telah berbagi sedikit cerita apa sih cinta itu buta bukan dibutakan orang
lain



Terima kasih telah mengunjugi apa itu maksud dari pada cinta buta atau buta cinta berarti anda masih bingung
dalam menentukan kisah cinta kehidupan anda semoga anda mendapatkan jodoh yang terbaik dan baik buat
anda semua mari berdoa sejenak.
terima kasih.
Sebagian teman-teman dekat atau anggota keluarga besar sudah mengetahui, bahwa seperti apa tipe saya dulu. Hehehe. Makanya ketika saya memilih laki-laki biasa, semua terkejut. Dan sebagian menerima, sebagian lain mengatakan cinta itu buta.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment